Sel dan Plasma Darah

Sudah banyak dikatakan tentang darah dengan segala fungsinya. Tetapi darah itu sendiri terdiri atau tersusun dari apa saja?

Darah merupakan cairan yang rumit susunannya dan mengandung banyak sel khusus maupun bahan kimia yang penting. Yang paling umum ialah sel-sel darah merah yang juga disebut eritrosit. Di dalam tubuh kita ini terdapat tidak kurang dari 25.000.000.000.000 (dua puluh lima trilyun) sel darah merah. Tetapi tiap sel hanya dapat berumur tidak lebih dari empat bulan. Selama waktu itu sel akan telah beredar dalam darah melalui seluruh tubuh sebanyak 172.000 kali.

Dalam tubuh orang dewasa, sel merah dihasilkan dalam sumsum yang berupa seperti spons di dalam tulang-tulang paling besar. Sel-sel tersebut berasal dari sel-sel khusus dan dibawa serta dalam aliran darah.

Bentuk sel darah merah

Sel-sel darah merah bentuknya seperti piringan tebal di pinggir, mempunyai kulit tipis atau selaput yang membungkus bahan merah seperti selai yang mengandung hemoglobin. Ini adalah bahan kimia yang bergabung dengan oksigen, hingga dapat dibawa ke seluruh tubuh.

Sel-sel darah merah bentuknya seperti piringan yang tipis di tengah. Sel-sel itu mengandung sejumlah zat kimia, disebut hemoglobin, yang sebagian terdiri dari zat besi. Hemoglobin berwarna merah kusam keungu-unguan yang memberi darah dalam vena warna gelapnya yang khas. Hemoglobin dapat bergabung dengan oksigen di dalam paru-paru untuk membentuk zat baru yang disebut oksihemoglobin. Zat ini memungkinkan sel-sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Bila diperlukan oleh jaringan, oksihemoglobin yang merah cerah itu memberikan oksigennya dan menjadi hemoglobin yang warnanya lebih gelap. Itulah sebabnya mengapa darah dari arteri yang terpotong dan mambawa darah mengandung oksigen, warna merahnya jauh lebih cerah daripada darah dalam pembuluh balik (vena).

Pada akhir hidupnya yang pendek itu, sel darah merah dibinasakan dalam hati, limpa, dan sumsum tulang. Sel-sel yang mati diganti dengan yang baru. Tiap menit dibuat 100 juta sel darah merah baru sebagai sel pengganti. Bahan-bahan kimia dalam sel lama diedarkan kembali oleh tubuh. Beberapa dari bahan itu digunakan untuk membuat empedu yang membantu pencernaan makanan.

Jenis sel lain yang umum dalam darah ialah sel darah putih atau leukosit. Terdapat banyak jenis darah putih yang berlainan, masing-masing dengan fungsi khususnya. Seluruhnya mungkin terdapat 50.000 juta sel darah putih dalam darah pada satu saat, dan lebih banyak lagi sewaktu kita sedang sakit. Tugas utamanya ialah melindungi tubuh dengan menyerang dan membinasakan bakteri dan mikrobe-mikrobe lain. Juga memindahkan atau membuat zat-zat asing dalam darah menjadi tidak berbahaya, seperti yang dihasilkan oleh bakteri. Sel-sel darah putih itu juga membersihkan sel-sel tubuh yang sudah mati, sedang akan mati, dan bahan-bahan buangan lainnya. Sesuai dengan namanya, sel sel darah putih itu tidak berwarna dan tidak seperti sel-sel merah, tidak mempunyai bentuk khusus. Sel-sel darah putih bergerak aktif ke mana-mana, “merangkak” sepanjang dinding pembuluh darah, menyerang dan memakan bakteri dengan ”mengalirinya”.

Sel darah putih dapat menyusup di antara sel-sel yang membentuk dinding kapiler tipis, dan dapat berkeliaran dalam jaringan. Jenis-jenis tertentu sel darah putih menghasilkan antibodi, yaitu bahan-bahan kimia yang dapat mengenali dan bersambung dengan bahan asing dalam tubuh, serta membuatnya tidak berdaya dan tidak berbahaya. Jangka waktu hidup sel darah putih kira-kira hanya tiga belas sampai dua puluh hari. Sel-sel baru secara terus-menerus dihasilkan dalam sumsum tulang, limpa, dan sistem getah bening.

Pembuatan sel darah putih dan merahSel-sel darah putih yang dibuat dalam simpul getah bening. Sel-sel darah putih dan merah yang dibuat dalam sumsum tulang.

Sel-sel darah putih yang dibuat dalam hati. Sel-sel darah merah dan putih dihasilkan dalam sumsum tulang yang seperti spons. Sel-sel itu dibawa dalam darah ke seluruh tubuh. Beberapa jenis sel darah putih juga dihasilkan dalam limpa.

Pembuat sel darah merah dan sel darah putih

  1. Dibuat dalam sumsum tulang.
  2. Dibuat dalam kelenjar getah bening
  3. Trombosit
  4. Sel-sel merah
  5. Jenis khusus sel darah putih

Sel-sel darah merah dan putih dibuat dalam sumsum tulang. Sel-sel darah putih juga dihasilkan dalam bagian lain di tubuh kita. Limpa menghasilkan sel-sel darah merah selama waktu pendek pada bayi.

Sel-sel darah merah dan putih berupa benda padat, tetapi darah mengalir sebagai bahan cair sedikit kental ke seluruh bagian tubuh. Jadi tentu ada bagian darah yang berupa zat cair, dan itulah yang kita namakan plasma darah. Plasma ini isinya lebih dari setengah isi darah seluruhnya. Warnanya putih agak kekuning-kuningan seperti jerami. Plasma darah juga mengandung sel-sel lain yang disebut trombosit. Sel ini sebenarnya hanya bagian-bagian kecil sel yang tercuil lepas dari jaringan yang menghasilkannya dalam sumsum tulang. Trombosit hanya kira-kira seperempat ukuran sel darah merah. Jumlahnya besar, jauh lebih banyak daripada jumlah sel-sel darah merah dan putih seluruhnya.

Fungsi trombosit ialah untuk membantu darah mengental setelah terjadi luka. Bila menjadi rusak, sel-sel darah lalu mengeluarkan zat-zat yang bereaksi dengan zat-zat kimia lain dalam plasma. Dan bersama dengan trombosit hasil reaksi tersebut membentuk benang-benang panjang berwarna kuning, yang kita namakan fibrin. Fibrin ini membentuk jaringan yang berkaitkaitan, dan di dalam jaringan itu sel-sel darah merah dan putih tersangkut. Tidak lama kemudian benang-benang fibrin tadi memendek dan mengentalkan seluruhnya menjadi gumpalan keras. Inilah yang disebut kentalan darah atau trombus. Kentalan itu menutup lukanya sewaktu terjadi perbaikan atau penyembuhan luka oleh badan sendiri. Jika lukanya berupa goresan keratan pada permukaan kulit, kentalan darah tadi membentuk lapisan 7 pelindung yang keras seperti kerak.

Plasma kebanyakan terdiri dari air, tetapi mengandung banyak sekali zat kimia yang larut di dalamnya.

Protein dalam plasma darah digunakan untuk membentuk dan memperbaiki sel tubuh. Di antara zat-zat lain yang terdapat dalam plasma adalah mineral dan bahan-bahan buangan tertentu, seperti Co2 (karbon-dioksida). Bahan-bahan ini sedang dalam perjalanan ke organ yang akan mengeluarkannya dari darah.

Fungsi trombosit

  1. Darah mengandung trombosit yang bersama dengan zat-zat kimia diperlukan untuk pengentalan darah.
  2. Bila darah keluar melalui luka, lebih banyak zat kimia dikeluarkan dari sel-sel yang rusak. Trombosit mulai menggumpal pada luka. Fibrin — sel-sel darah merah — trombosit.

Proses trombosit menutup luka

  1. Trombosit bereaksi dengan zat-zat kimia dalam darah dan dengan bahan-bahan yang dikeluarkan dari sel-sel rusak. Reaksi ini menghasilkan benang fibrin yang panjang-panjang berwarna agak kuning. Jaringan fibrin menangkap sel-sel darah merah.
  2. Benang-benang fibrin memendek dan membentuk kentalan yang menutup luka serta mencegah kehilangan darah selanjutnya, sewaktu terjadi penyembuhan luka oleh badan sendiri.

Pertanyaan :

  • Ada orang luka di kulit, tetapi darah yang keluar dari luka itu tidak kunjung mengental. Apa sebabnya?

Jawaban :

  • Luka yang tidak kunjung mengental sering terjadi pada seorang penderita diabetes, orang yang suka mengidap penyakit gula atau juga yang disebut kencing manis. Darah yang keluar dari luka sukar mengental untuk membentuk kerah darah penutup dan pelindung luka. Itu disebabkan kurang lancarnya reaksi trombosit untuk menghasilkan fibrin. Dan kalau fibrin sudah mulai terbentuk kemudian memendek untuk membentuk jaringan penangkap sel darah pun kurang cepat. Jadi, darah sementara itu terus mengalir keluar.

5 images related to Sel dan Plasma Darah