Pengertian Tekanan Darah

Kita semua sudah tahu bahwa darah diedarkan ke seluruh tubuh dengan dipompa oleh jantung. Tiap pemompaan sudah tentu disertai dengan tekanan tertentu. Jadi dapat juga dikatakan, makin cepat jantung berkontraksi atau berdenyut, makin tinggi darah diberi tekanan, dan sebaliknya. Karena tekanan itulah darah dapat mengalir dengan mudah melalui arteri dan vena yang sehat. Akan tetapi darah perlu juga didorong melalui pembuluhpembuluh kapiler yang sangat sempit dan besarnya mikroskopis itu. Darahnya sendiri berupa cairan agak lengket dan kental, yang tidak mudah dapat melalui tabung-tabung_ yang sangat kecil dan sempit itu. Karena mendapat hambatan tersebut, tekanan menumpuk dalam sistem pembuluh nadi (arteri), karena jantung terus-menerus memompa. Tekanan itu terbesar dalam arteri di dekat jantung, dan mencapai puncaknya dengan setiap remasan atau kontraksi bilik jantung.

Maka dengan demikian dalam kenyataannya terdapat dua jenis pengukuran tekanan darah titik tinggi sewaktu bilik jantung memompa, dan titik rendah sewaktu jantung sedang santai. Tekanan darah dapat diukur dengan alat yang disebut sfigmomanometer, dan hasilnya ditulis sebagai pasangan bilangan, misalnya 120/80. Ini adalah tekanan darah pemuda dewasa yang sehat. Tekanan darah meningkat perlahan-lahan semasa kita makin menjadi tua. Dapat terjadi, tekanan darah seseorang mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi daripada semestinya. Ini akan berbahaya bagi orang yang bersangkutan, jika tidak diberi pengobatan yang sebaik-baiknya. Bila tekanan darah seseorang menjadi lebih tinggi daripada yang semestinya, dikatakan orang tersebut menderita tekanan darah tinggi atau juga disebut hipertensi. Dalam hal demikian ia perlu pergi ke dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat. Dengan sendirinya, mula-mula harus diusahakan menurunkan tekanan yang tinggi itu. Akan tetapi penurunannya pun tidak boleh dengan tiba-tiba. Bila terjadi penurunan mendadak, biasanya hal itu dapat menimbulkan gejala yang sangat tidak menyenangkan. Selanjutnya harus diperiksa juga oleh dokter, apa yang menyebabkan naiknya tekanan darah, dan ini tentunya perlu diobati juga.

Alat pengukur tekanan darah sphygmomanometerTekanan darah diukur dengan sphygmomanometer. Ini memperlihatkan tekanan darah dengan tinggi lajur air raksa, atau dengan piringan kecil berskala. Dokter atau perawat dapat mengatakan berapa tinggi tekanannya setelah melalui stetoskop mendengarkan bunyi sewaktu darah melalui balutan di lengan. Tekanan darah dapat diukur sewaktu jantung memompa dan di antara denyutan jantung.

Dalam kebanyakan hal, penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi makannya harus diatur, misalnya kurangi makan garam dan pantang makanan yang merangsang naiknya tekanan darah, seperti daging kambing dan lain-lain. Biasanya juga tidak boleh merokok, minum minuman keras, atau bahkan minum kopi. Pendeknya pantang segala sesuatu yang dapat merangsang dan mengakibatkan tekanan darah menjadi naik.

Sebaliknya, tubuh kita ini perlu menjaga agar darah tetap mempunyai tekanan, supaya dapat beredar dengan bebas di seluruh tubuh. Tekanan darah dapat menurun jauh dengan tibatiba, seperti misalnya terjadi bila seseorang mengalami “goncangan” atau “shock” setelah terjadi kecelakaan. Dalam hal demikian otak dan organ-organ lain menjadi sangat kekurangan darah, dan orang yang bersangkutan dapat kehilangan kesadarannya.

Pertanyaan:

Sering kita baca atau dengar: meninggal karena serangan jantung. Serangan apa yang menimpa jantung hingga orangnya meninggal?

Jawaban:

Untuk mudahnya dapat dikatakan bahwa jantungnya mengalami suatu gejala atau dapat disebut serangan yang hebat, hingga berhenti berdenyut dan orangnya meninggal karenanya. Yang dapat mengadakan serangan itu, antara lain cacat atau penyakit dalam jantungnya sendiri. Penyakit atau cacat itu menyebabkan jantung berhenti bekerja dengan tiba-tiba, seperti mendapat serangan mendadak. Dapat juga tekanan darah yang terlampau tinggi menyebabkan jantung mendadak berhenti bekerja. Penderita dapat meninggal, dapat juga menjadi lumpuh setengah badan. Kelumpuhan itu ada yang dapat disembuhkan sebagian atau seluruhnya dengan latihan secara tekun dan teraturdi bawah pengawasan seorang ahli.